Mesin Pembuat Donat atau Donut Fryer

Mesin Pembuat Donat atau Donut Fryer


Mesin Pembuat Donat atau Donut Fryer yang kami Jual ini adalah Mesin Pembuat sekaligus penggoreng Donat yang sangat praktis dan effisien, Donut Fryer kami sangat higienis mengingat kabinet terbuat dari stainless steel,selain itu dilengkapi oleh thermostat sebagai pengukur suhu.

Mesin Pembuat Donat kami juga dilengkapi pula oleh konveyer sehingga Mesin Makanan ini dapat membuat Donat sebanyak 400 – 1200 butir Donat per jam, Fryer Donut ini sangat cocok bagi para pemula pengusaha donat.


Model : D-01
Spesifikasi :

Dimensi : 110 x 55 x 65 cm

Kapasitas Prod: 400-1200 donat/jam

Watt : 6000

Voltage : 380 V

Berat : 47 Kg
Harga Mesin Pembuat Donat : Rp. 45.000.000,-

Donat (doughnuts atau donut) adalah penganan yang digoreng, dibuat dari adonan tepung terigu, gula, telur dan mentega. Donat yang paling umum adalah donat berbentuk cincin dengan lubang di tengah dan donat berbentuk bundar dengan isi yang rasanya manis, seperti berbagai jenis selai, jelly, krim, dan custard.

Donat sama sekali berbeda dengan Bagel, mulai dari bahan adonan, teknik pembuatan hingga cara menghidangkan, walaupun keduanya memiliki bentuk yang hampir sama.

Garis besar

Donat bisa dibentuk dengan menyatukan kedua sisi adonan berbentuk persegi panjang hingga membentuk cincin atau menggunakan pemotong otomatis yang sekaligus membuat lubang di tengah adonan donat. Lubang pada donat berbentuk cincin dulunya dimaksudkan agar donat cepat matang sewaktu digoreng. Adonan donat yang tersisa sewaktu membuat donat berbentuk cincin sering dijual sebagai doughnut hole atau dicampurkan lagi ke dalam adonan untuk membuat donat baru.

Adonan donat terdiri dari dua jenis, adonan yang dibangunkan dengan ragi seperti adonan roti, dan adonan kental seperti adonan cake. Donat dari adonan tepung yang memakai ragi biasanya kadar lemak 25% dari berat donat, sedangkan donat adonan cake mengandung kadar lemak 20%. Donat dari adonan cake digoreng selama 90 detik bolak-balik di dalam minyak bersuhu antara 190℃ hingga 198℃. Sedangkan donat dari adonan tepung yang dibangunkan oleh ragi memerlukan waktu penggorengan yang lebih lama (sekitar 150 detik) di dalam minyak bersuhu 182℃ hingga 190℃.

Setelah matang, permukaan donat bisa dihias dengan taburan gula icing atau gula halus bercampur bubuk kayu manis, dicelup glasir berupa campuran madu dan gula, disiram coklat cair dan ditaburi coklat butir beraneka warna di atasnya. Selai, jelly atau custard yang menjadi isi donat disuntikkan dengan alat spuit.

Gerai donat dan toko roti memiliki banyak variasi bentuk donat, mulai dari donat berbentuk kuku beruang, persegi panjang yang disebut long john, gelang yang merupakan untaian beberapa bulatan kecil (Pon de ring, merek dagang Mister Donut), hingga donat berbentuk seperti tali yang berpilin (crullers). Donat berukuran sekali suap dinamakan Munchkin di Dunkin Donuts atau sebagai Timbit di restoran Tim Hortons Kanada.

Donat sangat lekat dengan kebudayaan Amerika seperti halnya hamburger. Di Amerika Utara sampai tercipta stereotip polisi patroli sebagai pemakan donat. Gerai donat sering buka sepanjang malam dan polisi sering mengunjungi gerai donat yang menyediakan donat dan kopi gratis. Homer Simpson dan Kepala Polisi Clancy Wiggum dalam film kartun The Simpsons adalah penggemar berat makan donat.

Sejarah Asal-usul

Asal-usul donat sering menjadi sumber perdebatan. Salah satu teori mengatakan donat dibawa ke Amerika Utara oleh imigran dari Belanda yang juga mempopulerkan hidangan penutup lain, seperti: kue kering, pai krim (cream pie) dan pai buah (cobbler).

Cerita lain mengatakan donat berbentuk cincin diciptakan kapten kapal asal Denmark bernama Hanson Gregory. Sang kapten sering harus menyetir kapal dengan kedua belah tangan karena kapal sering dilanda badai. Kue gorengan yang dimakan ketika sedang menyetir ditusukkan ke roda kemudi kapal, sehingga kue menjadi bolong. Kebetulan bagian tengah kue juga sering belum matang, sehingga donat sengaja dibuat berlubang di tengah agar permukaan donat yang terkena minyak bertambah dan donat cepat matang.

Asal-usul kata

Kue berbentuk bola-bola kecil bernama doughnuts atau olykoeks pertama kali disebut-sebut dalam buku History of New York oleh Washington Irving[1] di tahun 1809.

Donat dalam ejaan tradisional bahasa Inggris disebut doughnut, sedangkan orang Amerika biasa menulis donat sebagai donut atau doughnut. Istilah donut pertama kali digunakan di dalam artikel surat kabar Los Angeles Times 10 Agustus, 1929. Penulis bernama Bailey Millard dengan berkelakar menulis kalimat “can’t swallow the ‘wel-dun donut’ nor the ever so ‘gud bred’,” sebagai keluhan atas kemampuan mengeja di kalangan orang Amerika yang semakin menurun.

Penggunaan dua cara penulisan, donut atau doughnut ditemukan dalam serangkaian artikel surat kabar The New York Times tentang “National Donut Week” yang meliput World’s Fair tahun 1939. Dalam 4 artikel yang dimulai tanggal 9 Oktober 1939, ejaan “donut” muncul 2 kali.

Dunkin’ Donuts yang didirikan tahun 1940 dengan nama Open Kettle di Quincy, Massachusetts, Amerika Serikat merupakan perusahaan tertua yang menulis donat sebagai “donut”, walaupun sebenarnya perusahaan Mayflower Donut Corporation yang didirikan setelah Perang Dunia II merupakan perusahaan pertama yang menulis donat sebagai “donut”.

Sejarah donat di Indonesia

Di tahun 1968, stan American Donut di Djakarta Fair (sekarang disebut Pekan Raya Jakarta) merupakan perintis donat yang digoreng dengan mesin otomatis. Sejak itu, American Donut memiliki tradisi tahunan membuka stan di Pekan Raya Jakarta hingga sekarang.

Di tahun 1985, Dunkin’Donuts membuka gerai pertama di Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Pusat yang terus berkembang menjadi lebih dari 200 gerai di berbagai kota di Indonesia.[2] Yang kemudian diikuti dengan donat-donat waralaba asing lainnya seperti Master Ring, Master Donut, dan Mister Donut. [3]

Demam donat dibangkitkan kembali oleh J.CO Donuts & Coffee yang membuka gerai pertamanya di Super Mall Karawaci pada tanggal 26 Juni 2005.[4] Keberhasilan J.CO diikuti Krispy Kreme yang membuka gerai donatnya yang pertama di Mal Pondok Indah 2 pada tanggal 31 Agustus 2006.[5] J.CO sebagai merek lokal didirikan oleh Johnny Andrean seorang penata rambut terkemuka di Indonesia.

Donat produksi industri kecil biasanya dijajakan berkeliling menggunakan sepeda atau sepeda motor. Di dalam bus, pedagang asongan menjual donat kemasan kotak dengan cara unik. Donat dalam kemasan dibagi-bagikan ke pangkuan penumpang untuk kemudian dikumpulkan kembali kalau penumpang tidak berminat.

Donat jenis ini disebut juga sebagai donat kampung untuk membedakannya dengan donat-donat yang dijual di mal dan restoran

Kue mirip donat di berbagai negara

Pączki, donat tradisional Polandia

Oliebollen adalah kue gorengan asal Belanda berisi kismis atau potongan apel dengan rasa mirip donat. Oliebollen juga dikenal di Indonesia dan sering tercantum dalam buku resep kue terbitan sejak zaman dulu. Kue gorengan dengan nama kue bantal atau bolang-baling juga mempunyai rasa yang mirip donat.

Di Polandia dan negara bagian Amerika Serikat yang memiliki permukiman orang Polandia seperti Detroit, Michigan dan Milwaukee, Wisconsin, donat bundar berisi selai disebut Pączki dan merupakan hidangan istimewa di saat karnaval.

Di Lithuania dikenal sejenis donat bernama spurgos yang mirip donat Polandia dan salah satu versi yang disebut varškės spurgos menggunakan keju cottage.

Di Israel, donat berisi jelly yang disebut Sufganiyah (סופגניה, bentuk jamak: Sufganyot סופגניות) merupakan hidangan tradisional perayaan Hanukkah.

Di Perancis dan New Orleans, Louisiana dikenal kue gorengan bertabur gula halus yang disebut beignet.

Di Spanyol dan Amerika Latin dikenal churro yang bertabur gula halus dan mempunyai rasa mirip donat.

Malasada adalah kue gorengan serupa donat di Hawaii yang mirip dengan Filhoze asal Portugal, karena memang diperkenalkan imigran asal Portugis.

Bahan Untuk Membuat Donat Blueberry Dew :

  • 560 g tepung terigu protein tinggi
  • 240 g tepung terigu protein rendah
  • 352 g air es
  • 12 g ragi instan
  • 12 g baking powder
  • 12 g garam
  • 96 g gula pasir
  • 32 g susu bubuk
  • 120 g margarin
  • 2 btr telur ayam
  • 1 sdt pengembang roti
  • 1/2 sdt vanili bubuk


Bahan Isi:

  • 250 cc susu cair
  • 50 g tepung maizena, larutkan dengan sedikit air
  • 1/2 sdt vanili
  • 100 g gula pasir
  • 1 sdm selai blueberry

Cara Membuat Camilan Donat Blueberry Dew:

  1. Aduk semua bahan kering (tepung terigu, ragi instan, baking powder, garam, gula pasir, susu bubuk, pelembut roti) jadi satu hingga rata.
  2. Masukkan telur dan air aduk-aduk dengan tangan hingga tercampur rata dan kalis. Jika memakai pengaduk roti, gunakan kecepatan 1 selama 2 menit.
  3. Tambahkan margarin, uleni dengan tangan hingga benar-benar kalis (sekitar 30 menit). Jika memakai pengaduk roti, aduk dengan kecepatan 2 selama 13 menit.
  4. Bulatkan adonan, taruh dalam mangkuk, tutup dengan selembar plastik. Diamkan selama 15 menit.
  5. Gilas adonan dengan gilingan kue hingga setebal 15 mm. Atau timbang adonan @ 50 g.
  6. Taruh donat di atas loyang, tutup dengan selembar plastik, biarkan selama 30-40 menit dalam suhu ruangan hingga mengembang.
  7. Goreng dalam minyak panas dan banyak hingga kuning kecokelatan. Angkat dan tiriskan.
  8. Membuat isi: Campur susu dan gula dan larutan maizena, aduk rata. Didihkan di atas api kecil sambil diaduk sampai adonan menjadi kental. Tambahkan vanili dan selai blueberry, aduk cepat, kemudian segera matikan apinya.
  9. Ambil plastik segitiga, tuang adonan isi, ikat dan rapatkan, gunting ujung. Kemudian isikan ke donat hingga terisi bagain tengahnya.
  10. Sajikan selagi hangat atau hidangkan dingin dan taburi dengan gula halus.

Untuk 25 porsi

Nilai gizi per porsi:
Energi: 181 Kkal
Protein: 3,6 g
Lemak: 5,4 g
Karbohidrat: 29,4 g

TIP

  1. Agar renyah dan lezat sebaiknya donat digoreng dalam minyak berjumlah dua kali lipat tepung yang digunakan. Contoh bila menggunakan 500 g tepung terigu gunakan 1000 ml minyak goreng. Sebelum menggoreng, minyak sudah harus benar-benar panas (sekitar 1200C).
  2. Uleni donat dengan tangan. Jika menggunakan alat pengaduk, gunakan mikser khusus seperti alat pengaduk roti.
  3. Jika adonannya terlalu encer (lunak), gunakan cetakan donat yang langsung dapat dicelupkan ke dalam minyak saat menggoreng

Sumber : Tabloid-Nakita.com

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s